Jumat, 20 Juni 2025

Potensi Alam Barito Utara: Rotan dari Desa Benangin yang Mendunia

Potensi Alam Barito Utara: Rotan dari Desa Benangin yang Mendunia

 


Disdagrin Bidang Perindustrian - Pada Rabu, 18 Juni 2025, saya beserta Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kab. Barito Utara Bapak Bungai Lampang, SP, M.AP mendapat kesempatan mendampingi tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Barito Utara dalam kegiatan dokumentasi bertajuk “Potensi Alam Barito Utara”. Perjalanan dinas ini membawa kami ke Desa Benangin, sebuah desa di Kecamatan Teweh Timur yang menyimpan kekayaan alam dan budaya yang belum banyak terangkat ke permukaan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antarsektor antara Diskominfo dan Disdagrin, yang bertujuan untuk mengangkat potensi lokal ke dalam bentuk visual: foto dan video profesional yang nantinya akan disebarluaskan melalui kanal digital resmi milik Pemkab Barito Utara.

Koordinasi Awal di Kantor Camat Teweh Timur

Sebelum menuju desa, kami singgah terlebih dahulu di Kantor Camat Teweh Timur dan bertemu dengan Plt. Camat Teweh Timur bapak Mundawan, ST., MS untuk melakukan koordinasi administratif dan teknis. beliau juga menyampaikan agar dinas terkait untuk memfasilitasi promosi hasil karya pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta menggali lebih dalam potensi ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam setempat. Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan pelaku usaha lokal dalam mendorong pertumbuhan industri kecil yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Berkoordinasi dengan Plt. Camat Teweh Timur di Kantor Camat Teweh Timur

Koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk pengantar bahwa kedatangan kami membawa misi dokumentatif, bukan sekadar tugas dinas biasa, tetapi sebagai langkah konkret untuk mempromosikan desa-desa unggulan di Barito Utara.

๐Ÿงบ Industri Rotan Tradisional: Mengunjungi Rumah Produksi Ibu Suliani

Perjalanan kami berlanjut ke rumah produksi milik Ibu Suliani, seorang pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di bidang kerajinan rotan. Di sinilah nadi dari kegiatan dokumentasi ini berdenyut. Rotan yang tumbuh subur di sekitar hutan Barito Utara menjadi bahan utama yang diolah oleh tangan-tangan terampil menjadi aneka produk unggulan:

  • Tas rotan anyam

  • Keranjang serbaguna

  • Dekorasi rumah berbahan rotan

  • Kursi dan meja sederhana dari rotan lokal


Proses pengambilan gambar dan video dari tim Diskominfo di rumah ibu Suliani

Dalam prosesnya, kami mendokumentasikan berbagai tahapan pembuatan: dari pemilahan bahan, perebusan rotan, pengeringan, hingga proses anyaman secara manual. Kamera kami menangkap tidak hanya teknik kerja, tetapi juga ekspresi dan semangat yang terpancar dari wajah Ibu Suliani—seorang perempuan desa yang dengan setia menjaga warisan lokal lewat kerja tangan.

๐ŸŒฟ Rotan sebagai Warisan Budaya dan Potensi Ekonomi

Barito Utara bukan hanya kaya akan hasil tambang dan hutan tropis, tetapi juga menyimpan warisan budaya nonbendawi seperti keterampilan menganyam. Keahlian ini sudah diturunkan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat pedalaman Kalimantan.

Lebih dari sekadar produk kerajinan, rotan adalah cermin dari hubungan harmonis antara manusia dan alam. Tidak ada mesin besar, tidak ada polusi. Semua dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, menggunakan sumber daya alam secara bijak dan beretika.

Dari sisi ekonomi, potensi industri rotan sangat besar:

  • Pasar ekspor untuk kerajinan berbahan alami

  • Wisata kerajinan desa

  • Edukasi keterampilan lokal untuk generasi muda

  • Kolaborasi dengan desainer nasional dan internasional

๐ŸŽฌ Kegiatan Dokumentasi: Dari Desa untuk Dunia Digital

Melalui dokumentasi visual ini, kami berharap bisa menghadirkan narasi baru tentang desa. Bukan narasi keterbelakangan, tapi kisah tentang daya tahan, kreativitas, dan kearifan lokal. Video dan foto yang dihasilkan akan diolah menjadi konten kampanye visual di kanal resmi Diskominfo, serta dapat dijadikan materi promosi dalam forum-forum pengembangan industri kreatif.

Ini adalah bukti bahwa desa bisa menjadi subjek, bukan hanya objek pembangunan.

✍️ Refleksi: Sebuah Perjalanan yang Membuka Mata

Perjalanan ini menyadarkan saya bahwa tugas sebagai ASN, khususnya sebagai CPNS Konsultan Industri, bukan sekadar rutinitas administratif. Tapi juga peran strategis sebagai penyambung antara potensi lokal dan peluang global. Saya belajar bahwa untuk memahami kekuatan suatu daerah, kita harus turun langsung ke lapangan, melihat dari dekat, dan mendengarkan cerita orang-orang yang selama ini bekerja dalam diam.

Barito Utara memiliki sejuta potensi, dan rotan dari Desa Benangin adalah salah satunya. Mari kita dukung para pelaku IKM seperti Ibu Suliani agar produk-produk lokal bisa bersaing di pasar nasional dan internasional. Karena dari desa kecil seperti Benangin, mimpi besar bisa tumbuh dan mengakar. (Muhamad RIzky, S.AP)












Kamis, 12 Juni 2025

Peran Konsultan Industri di Era Transformasi Ekonomi Daerah

Peran Konsultan Industri di Era Transformasi Ekonomi Daerah


Peran Konsultan Industri di Era Transformasi Ekonomi Daerah

Di balik geliat mesin-mesin produksi dan tumpukan bahan baku, ada satu sosok yang jarang disorot tapi vital perannya yaitu Konsultan Industri. Ia bukan hanya duduk di belakang meja, tapi terjun ke lapangan, menyatu dengan pelaku usaha, dan menyulam strategi agar roda industri daerah terus berputar.

๐Ÿ“Œ Konsultan Industri: Siapa Dia, Apa Tugasnya?

Konsultan Industri adalah garda depan pembinaan industri kecil dan menengah (IKM). Ia hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha, memberikan bimbingan teknis, manajerial, hingga akses pasar. Di tengah gempuran globalisasi dan digitalisasi, perannya semakin krusial—sebagai navigator perubahan.

Tugas utama:

  • Melakukan identifikasi potensi industri di daerah

  • Memberikan rekomendasi pengembangan produk

  • Memfasilitasi pelatihan dan pendampingan IKM

  • Menghubungkan IKM dengan program bantuan pemerintah

๐ŸŒฑ Transformasi Ekonomi Dimulai dari Daerah

Jangan salah: kemajuan industri nasional itu akar rumputnya di daerah. Ketika desa punya sentra industri yang hidup, kota akan berkembang, dan negara akan kuat. Konsultan Industri adalah katalis di titik ini—membantu desa menggali potensi, bukan memaksakan konsep kota.

Contoh konkret?
Desa Benangin, Kabupaten Barito Utara.
Dengan potensi bahan baku lokal, tenaga kerja terampil, dan lokasi strategis, Benangin punya peluang jadi pusat industri olahan kayu, rotan, atau kompos organik. Tapi tanpa pendampingan, semua itu bisa tinggal potensi semata.

⚙️ Tantangan Konsultan Industri

  1. Rendahnya literasi industri di daerah

  2. Terbatasnya infrastruktur & teknologi

  3. Keterbatasan SDM pendamping

  4. Gap antara regulasi dan realita lapangan

Namun justru di sanalah letak tantangan yang membentuk karakter. Konsultan Industri harus lincah, komunikatif, dan tahan banting—bukan hanya menyusun laporan, tapi membangun kepercayaan.

๐Ÿš€ Menuju Masa Depan Industri Daerah

Dengan visi Indonesia Emas 2045, peran Konsultan Industri akan makin strategis. Bukan cuma sebagai pembina, tapi juga sebagai visioner: membawa semangat inovasi ke desa-desa, dan memastikan setiap pelaku usaha lokal punya tempat di pasar nasional bahkan global.

Konsultan Industri bukan pekerjaan biasa. Ini jalan sunyi yang penuh tantangan, tapi juga peluang. Lewat blog ini, saya—seorang CPNS Konsultan Industri akan terus membagikan cerita, gagasan, dan harapan untuk industri Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.

"Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari desa. Dari kita".


๐Ÿ” Tugas Pokok, Fungsi, dan Juknis Konsultan Industri

Di balik nama jabatan "Konsultan Industri" yang terdengar keren itu, ada sederet amanah yang tak main-main. Gak cuma urus proposal dan pelatihan, tapi juga jadi dokter, arsitek, sekaligus motivator bagi industri kecil.

Berikut adalah gambaran umum Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta Petunjuk Teknis (Juknis) kerja Konsultan Industri:


Tugas Pokok:

  1. Identifikasi dan Pendataan IKM (Industri Kecil Menengah)

    • Melakukan pemetaan potensi industri di wilayah kerja.

    • Menyusun database pelaku IKM secara berkala dan akurat.

  2. Penyusunan Rencana Pengembangan Industri

    • Menyusun rencana kerja tahunan/mingguan pembinaan IKM.

    • Menggagas program pengembangan berbasis potensi lokal.

  3. Pendampingan dan Konsultasi Teknis

    • Memberikan saran teknis produksi, efisiensi, dan inovasi produk.

    • Membantu pelaku usaha dalam pemilihan teknologi tepat guna.

  4. Fasilitasi Akses Pembiayaan & Perizinan

    • Mendampingi proses perizinan usaha (NIB, halal, PIRT, dll).

    • Mengarahkan pelaku industri ke akses pembiayaan (KUR, BLU, dsb).

  5. Monitoring dan Evaluasi

    • Melakukan penilaian dampak program pembinaan.

    • Menyusun laporan hasil pembinaan secara periodik.


๐Ÿ”ง Fungsi Utama:

  • Sebagai mediator antara pemerintah, pelaku industri, dan stakeholder terkait.

  • Sebagai penghubung informasi program dinas dengan kebutuhan nyata di lapangan.

  • Sebagai agen perubahan dalam peningkatan daya saing dan keberlanjutan industri daerah.


๐Ÿ“š Juknis (Mengacu pada Permenperin & Dokumen Teknis Pembinaan IKM):

๐Ÿ“Œ Contoh mengacu ke Permenperin No. 64/M-IND/PER/7/2016 dan kebijakan pembinaan industri kecil dan menengah.

  • Gunakan format Form Pembinaan IKM saat kunjungan lapangan.

  • Ikuti SOP pendampingan teknis dan evaluasi yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian Provinsi/Kabupaten.

  • Setiap kegiatan wajib ada laporan tertulis, dokumentasi foto, dan rekomendasi tindak lanjut.

  • Setiap konsultasi lapangan harus disesuaikan dengan Rencana Umum Pembinaan (RUP) tahunan.

๐Ÿงญ Kesimpulan:

Jadi Konsultan Industri itu bukan sekadar jabatan, ini ladang pengabdian. Kita bukan cuma kasih arahan, tapi juga ikut gotong beban bareng pelaku industri lokal. Tupoksi dan juknis adalah kompas kerja kita, biar arah pembinaan jelas dan berdampak nyata.

Kalau hari ini kita bantu satu industri kecil berkembang, bisa jadi besok dia buka lima lapangan kerja baru. Dan di situlah letak nilai kerja kita.